<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Marah: risiko penyakit jantung</title>
	<atom:link href="http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/</link>
	<description>tentang Hidup dan Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2009 15:59:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: sarah</title>
		<link>http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/#comment-582</link>
		<dc:creator>sarah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 06:43:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/#comment-582</guid>
		<description>salam kenal .........
kebetulan saya adalah pengidap depresi setelah divonis sejak bulan April tahun ini....gejalanya adalah tidak nafsu makan, sulit tidur selama 2 bulan,gelisah, meronta-ronta,hingga akhirnya orang tua saya membawa saya ke seorang psikiater. Sejak itulah saya divonis depresi karena ketidakstabilan emosional dalam diri saya. Saya memang terbilang orang yang lemah. Konon, ibu saya sejak mengandung dan merawat saya waktu kecil juga sedang mengalami sakit (entah depresi atau bukan).
Sampai saat ini saya masih minum obat anti depresan, vitamin metabolisme darah di otak serta obat penghilang cemas. 
Ada yang ingin saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan selain, disamping minum obat yang teratur untuk mempercepat proses penyembuhan emosi saya agar kembali seperti diri saya yang dulu??? sekarang saya masih mengalami rasa tidak percaya diri untuk bersosialisasi dengan yang lain. 
Dimohon sekali jawabannya ya via email saya!
terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal &#8230;&#8230;&#8230;<br />
kebetulan saya adalah pengidap depresi setelah divonis sejak bulan April tahun ini&#8230;.gejalanya adalah tidak nafsu makan, sulit tidur selama 2 bulan,gelisah, meronta-ronta,hingga akhirnya orang tua saya membawa saya ke seorang psikiater. Sejak itulah saya divonis depresi karena ketidakstabilan emosional dalam diri saya. Saya memang terbilang orang yang lemah. Konon, ibu saya sejak mengandung dan merawat saya waktu kecil juga sedang mengalami sakit (entah depresi atau bukan).<br />
Sampai saat ini saya masih minum obat anti depresan, vitamin metabolisme darah di otak serta obat penghilang cemas.<br />
Ada yang ingin saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan selain, disamping minum obat yang teratur untuk mempercepat proses penyembuhan emosi saya agar kembali seperti diri saya yang dulu??? sekarang saya masih mengalami rasa tidak percaya diri untuk bersosialisasi dengan yang lain.<br />
Dimohon sekali jawabannya ya via email saya!<br />
terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sarah</title>
		<link>http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/#comment-581</link>
		<dc:creator>sarah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 06:39:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/#comment-581</guid>
		<description>salam kenal .........
kebetulan saya adalah pengidap depresi setelah divonis sejak bulan April tahun ini....gejalanya adalah tidak nafsu makan, sulit tidur selama 2 bulan,gelisah, meronta-ronta,hingga akhirnya orang tua saya membawa saya ke seorang psikiater. Sejak itulah saya divonis depresi karena ketidakstabilan emosional dalam diri saya. Saya memang terbilang orang yang lemah. Konon, ibu saya sejak mengandung dan merawat saya waktu kecil juga sedang mengalami sakit (entah depresi atau bukan).
Sampai saat ini saya masih minum obat anti depresan, vitamin metabolisme darah di otak serta obat penghilang cemas. 
Ada yang ingin saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan selain, disamping minum obat yang teratur untuk mempercepat proses penyembuhan emosi saya agar kembali seperti diri saya yang dulu??? sekarang saya masih mengalami rasa tidak percaya diri untuk bersosialisasi dengan yang lain. 
terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal &#8230;&#8230;&#8230;<br />
kebetulan saya adalah pengidap depresi setelah divonis sejak bulan April tahun ini&#8230;.gejalanya adalah tidak nafsu makan, sulit tidur selama 2 bulan,gelisah, meronta-ronta,hingga akhirnya orang tua saya membawa saya ke seorang psikiater. Sejak itulah saya divonis depresi karena ketidakstabilan emosional dalam diri saya. Saya memang terbilang orang yang lemah. Konon, ibu saya sejak mengandung dan merawat saya waktu kecil juga sedang mengalami sakit (entah depresi atau bukan).<br />
Sampai saat ini saya masih minum obat anti depresan, vitamin metabolisme darah di otak serta obat penghilang cemas.<br />
Ada yang ingin saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan selain, disamping minum obat yang teratur untuk mempercepat proses penyembuhan emosi saya agar kembali seperti diri saya yang dulu??? sekarang saya masih mengalami rasa tidak percaya diri untuk bersosialisasi dengan yang lain.<br />
terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yanti</title>
		<link>http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/#comment-579</link>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 14:31:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/#comment-579</guid>
		<description>marah merupakan luapan dari dasar hati yang terkadang kita tidak tahu kalau itu bakalkeluar, tapi ketimbang diem alias ga diungkapkan malah lebih parah lagi jadinya, ya...intinya adalah bagaimana kita untuk bisa memfilter sikap marah kita itu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>marah merupakan luapan dari dasar hati yang terkadang kita tidak tahu kalau itu bakalkeluar, tapi ketimbang diem alias ga diungkapkan malah lebih parah lagi jadinya, ya&#8230;intinya adalah bagaimana kita untuk bisa memfilter sikap marah kita itu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arvika Rastra</title>
		<link>http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/#comment-553</link>
		<dc:creator>Arvika Rastra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 01:58:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/#comment-553</guid>
		<description>kalau ada masalah tentang penyakit JANTUNG dan atau KARDIOVASKULER
maka,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
konsumsilah Tri-Shield
            Herbalifeline
            Mega Garlic Plus
semua ini produk dari HERBALIFE
      mau,,,,,?   mau,,,,,?   mau,,,,,?
hubungi di r4denb4gus_vika@yahoo.com
         Terima Kasih,,,,,,,,,,,,,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau ada masalah tentang penyakit JANTUNG dan atau KARDIOVASKULER<br />
maka,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,<br />
konsumsilah Tri-Shield<br />
            Herbalifeline<br />
            Mega Garlic Plus<br />
semua ini produk dari HERBALIFE<br />
      mau,,,,,?   mau,,,,,?   mau,,,,,?<br />
hubungi di <a href="mailto:r4denb4gus_vika@yahoo.com">r4denb4gus_vika@yahoo.com</a><br />
         Terima Kasih,,,,,,,,,,,,,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ijal</title>
		<link>http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/#comment-541</link>
		<dc:creator>ijal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 10:44:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://larashati.wordpress.com/2007/04/03/marah-risiko-penyakit-jantung/#comment-541</guid>
		<description>mau tanya nia

bagaimana cara kita agar jadi guru yang gak pemarah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mau tanya nia</p>
<p>bagaimana cara kita agar jadi guru yang gak pemarah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
