.:larashati.wordpress.com.:

tentang Hidup dan Kehidupan

Ditentukan Dua Mutasi?

Posted by larashati on March 17, 2007

Wednesday, 21 February 2007

Oleh Andi Utama

Pandemi Flu Burung
Virus memiliki bermacam-macam karakter. Misalnya, virus HIV memiliki sifat patogen yang tinggi. Namun, tidak semua memiliki daya infeksi tinggi. Sebaliknya, virus influenza, khususnya influenza manusia, memilik sifat yang mudah menyebar, tapi tidak menimbulkan gejala serius.

Meski demikian, kedua sifat tersebut tetap merupakan ancaman bagi manusia. Yang lebih berbahaya adalah virus yang memiliki kedua sifat itu, yaitu daya infeksi dan patogen yang tinggi. Virus influenza H1N1 yang menyebabkan pandemi “Spanish Flu” pada 1918 merupakan contoh virus yang memiliki kedua sifat tersebut. Virus itu menyebabkan pandemi yang membawa korban dengan jumlah yang lebih banyak daripada korban Perang Dunia I.

Di tengah ketakutan akan terjadinya pandemi influenza yang disebabkan H5N1, para ahli terus mempelajari kombinasi gen More…yang membuat virus tersebut lebih patogen. Virus yang banyak dipelajari dan dijadikan model untuk tujuan itu adalah H1N1. Alasannya, adanya kemiripan virus H1N1 dengan H5N1.

Baru-baru ini, grup peneliti dari Control and Prevention (CDC), Mount Sinai School of Medicine, New York, dan US Department of Agriculture menunjukan bahwa perubahan kecil pada protein hemagglutinin (HA) virus menjadi kunci peluang terjadinya pandemi.

Perubahan kecil tersebut adalah dua mutasi titik (point mutation) pada protein HA yang bisa membuat virus berubah sifat dari bisa menginfeksi manusia menjadi tidak bisa. Temuan tersebut memberikan pencerahan baru terhadap peluang terjadinya pandemi virus H5N1.

Perbedaan

Umumnya, virus influenza mampu menginfeksi sel secara spesifik. Artinya, virus flu burung hanya mampu menginfeksi burung dan sebaliknya, virus flu manusia hanya bisa menginfeksi manusia. Hal tersebut ditentukan oleh reseptor pada permukaan sel inang masing-masing virus itu. Reseptor virus influenza adalah asam sialat (sialic acid) yang berikatan dengan galaktos.

Ikatan asam sialat dan galaktos tersebut bisa berupa ikatan alpha-2,3 atau alpha-2,6. Perbedaan reseptor virus flu burung dan flu manusia terletak pada perbedaan tipe ikatan tersebut. Virus flu burung berikatan dengan reseptor tipe alpha-2,3, yang banyak terdapat pada permukaan sel epitel usus burung/unggas.

Sebaliknya, virus flu manusia berikatan dengan reseptor tipe alpha-2,6, yang banyak terekspresi di permukaan sel organ saluran pernapasan atas manusia dan musang (ferret).

Karena virus H5N1 yang sebelumnya hanya bisa menginfeksi burung telah berubah menjadi virus yang mampu menginfeksi manusia, sebenarnya telah terjadi evolusi pada virus tersebut. Artinya, virus yang semula hanya bisa berinteraksi dengan alpha-2,3 asam sialat telah berevolusi menjadi virus yang bisa berinteraksi baik dengan alpha 2,3 sialic acid maupun dengan alpha 2,6 sialic acid.

Walaupun afinitas interaksi antara kedua reseptor itu tidak sama, perubahan tersebut merupakan evolusi besar yang terjadi pada virus flu burung H5N1. Evolusi itu terus terjadi, sehingga suatu saat tidak menutup kemungkinan muncul virus yang mampu menular antarmanusia. Tidak hanya dalam cluster keluarga, tapi juga pada masyarakat luas.

Dua Mutasi

Sebelumnya dibuktikan bahwa protein nomor 190 dan 225 virus H1N1 menentukan spesifisitas ikatan virus dengan reseptor (Stevens dkk, 2006). Permasalahan berikutnya apa pengaruh spesifisitas ikatan virus dengan reseptor terhadap replikasi virus, patogenisitas, dan daya penularan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Tumpey dari CDC dan koleganya memanipulasi virus influenza H1N1 menggunakan teknik rekayasa genetika.

Seperti yang dipublikasikan di jurnal Science edisi 2 Februari 2007, mereka mengklon semua gen (8 segmen) virus H1N1 dan membuat mutasi pada gen yang mengodekan protein HA, tepatnya pada asam amino nomor 190 dan 225 tersebut. Virus H1N1 memiliki asam aspartat (Asp) pada kedua posisi tersebut. Dan, kedua asam amino itu menentukan spesifisitas virus untuk berikatan dengan reseptor alpha-2,6 (tipe manusia).

Tumpey dan koleganya memastikan bahwa virus tersebut hanya berinteraksi dengan reseptor alpha-2,6. Mereka kemudian mengganti Asp-190 dengan asam glutamat (Glu) dan Asp-225 dengan glisin (Gly), sehingga menjadi spesifik untuk reseptor alpha-2,3 (tipe burung).

Virus itu juga dikonfirmasikan bahwa hanya bisa berinteraksi dengan reseptor alpha-2,3. Selain itu, mereka membuat virus yang mampu berikatan dengan kedua tipe reseptor manusia dan burung dengan hanya mengganti Asp-225 dengan Gly, tapi tidak Asp-190. Virus tersebut juga terbukti bisa berinteraksi dengan kedua tipe reseptor.

Yang lebih penting dalam penelitian itu adalah melihat perbedaan kemampuan virus-virus tersebut untuk menular dan efek terhadap patogenesis. Dalam penelitian itu, musang (ferret) digunakan sebagai model, salah satunya karena musang memiliki reseptor tipe alpha-2,6 yang terekspresi di sel-sel organ saluran pernapasan.

Dua virus yang telah dimodifikasi dan virus asli H1N1 diinfeksikan pada musang dengan dosis tinggi melalui hidung, kemudian dianalisis efeknya terhadap musang yang bersangkutan dan musang di sekitarnya. Ketiga virus tersebut menyebabkan penyakit yang serius pada musang yang diinfeksi virus.

Untuk melihat apakah virus tersebut mampu menular antar sesama musang, sekelompok musang diletakkan di sebelah musang yang diinfeksikan ketiga jenis virus itu. Hasilnya, untuk virus asli H1N1 (tipe manusia), musang di kandang sebelah juga terinfeksi dan jatuh sakit.

Untuk virus yang bisa menginfeksi kedua tipe reseptor, daya penularannya tidak efesien, yakni dua di antara tiga musang di kandang sebelah memproduksi antibodi, tapi tidak sampai sakit. Untuk virus tipe burung, tidak ditemukan penularan sama sekali.

Mutasi tersebut menyebabkan virus H1N1 lebih bersifat “avian” dan tidak bisa menular antarmusang, walaupun bisa membuat musang yang sengaja diinfeksi menjadi sakit.

Hubungan dengan Pandemi

Penelitian tersebut memberikan penjelasan, kemampuan virus untuk berikatan dengan reseptor merupakan kunci terjadinya penularan. Artinya, pandemi H5N1 berpotensi terjadi jika virus H5N1 mampu berinteraksi dengan reseptor tipe alpha-2,6 (tipe manusia).

Sejauh ini, virus H5N1 masih memiliki Glu pada nomor 190 (Glu-190) dan Gly pada nomor 225 (Gly-225) yang terbukti hanya bisa berinteraksi dengan reseptor tipe aplha-2,3. Sayang sekali, pada manusia, meski reseptor alpha-2,6 dominan, reseptor alpha-2,3 juga ada.

Alasan itu membuat virus juga mampu menginfeksi manusia. Tapi, karena reseptor alpha-2,3 terdapat pada sel bagian dalam paru-paru, infeksi tidak begitu mudah terjadi.

Meski demikian, influenza adalah virus yang mudah berubah, sehingga tidak menutup kemungkinan virus H5N1 yang masih memiliki asam amino yang spesifik untuk reseptor burung, melalui mutasi, berubah menjadi virus yang memiliki asam amino yang spesifik untuk reseptor manusia. Tentu, kita berhadap hal tersebut tidak terjadi.

sumber : http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=272332

2 Responses to “Ditentukan Dua Mutasi?”

  1. Luther said

    t hurt to pay heavily for England football travel packages
    no matter what the outcome of the game may be. When the information is not well thought-out,
    things like these are bound to happen. Anticipating when you’re
    defending is important, too.

  2. cafe303 said

    The various varieties of cleats are made to be used for any type of weather so that no
    matter what weather there, the player won’t get affected in his performance.

    Article Source: some free tips from an all-American, former pro
    soccer player that can help drastically improve your touch,
    shooting, and dribbling and give you masterful soccer skills
    – Let him show you awesome soccer drills. These are just a
    few of the volunteer programs in South Africa that volunteers can choose and expect from.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: